Ringkasan:
Karena plagiarisme memiliki konsekuensi serius, ada banyak cara aman yang bisa kamu lakukan untuk menghindarinya. Mencantumkan sumber adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan pembaca dan membantu penulis lebih memahami informasi yang relevan dengan topik atau bidang studinya. Kesalahan bisa saja terjadi, terutama jika plagiarisme tidak disengaja, jadi ikuti beberapa tips berikut untuk membantu kamu berkembang sebagai peneliti dan penulis.
Membaca & Mencatat
-
Buat catatan dengan kebiasaan kutipan yang sama seperti saat kamu menulis makalah. Gunakan frasa pengantar seperti “Menurut [sumber],” saat mulai mencatat dari suatu sumber.
-
Cantumkan kutipan langsung dan nomor halaman jika kamu menyalin atau mengutip langsung dari sumber, dan tulis daftar pustakanya setelah bagian catatan selesai.
-
Jika kamu menggunakan banyak sumber online seperti artikel PDF, gunakan pembaca PDF untuk menulis catatan langsung di dokumen agar tidak terpisah dari sumber aslinya.
-
Gunakan manajer kutipan seperti Zotero dan simpan catatan bersama sumbernya (membantu mengutip dengan akurat dan menjaga catatan tetap rapi).
Wawancara & Percakapan
-
Buat catatan sebanyak dan sedetail mungkin; jika kamu punya pemikiran sendiri selama wawancara, tandai dengan jelas. Pisahkan ide pribadimu dari jawaban narasumber.
-
Jika diperbolehkan merekam, dan kamu sudah punya izin resmi (misalnya dari lembaga seperti IRB), letakkan alat perekam di posisi terbaik agar suara terdengar jelas. Uji alatnya dulu dan bawa baterai serta cadangan alat.
-
Jika wawancara melalui email, simpan semua salinan email dari narasumber dan email balasan kamu. Gunakan folder khusus agar mudah dicari jika diperlukan.
-
Setelah wawancara selesai, segera tulis catatan tambahan atau penjelasan. Untuk info lebih lanjut, lihat Conducting Primary Research: Interviewing.
Menulis Parafrase & Ringkasan
-
Gunakan kalimat pengantar yang jelas bahwa kamu mengacu pada sumber lain (contoh: “Menurut Jonathan Kozol…”).
-
Jika kesulitan merangkum, coba tulis dengan mengandalkan ingatan tanpa melihat sumber aslinya. Apa yang paling berkesan biasanya itulah poin penting untuk dibahas.
-
Gunakan tanda kutip (“...”) untuk kata-kata atau frasa unik yang tidak bisa atau tidak ingin kamu ubah.
-
Contoh: “savage inequalities” terjadi di sistem pendidikan kita (Kozol).
-
-
Tunjukkan bahwa istilah itu dikutip langsung dari penulis aslinya dan penting untuk kamu gunakan dalam analisis.
Menulis Kutipan Langsung
-
Sertakan nama penulis sumber dalam kalimat yang berisi kutipan.
-
Gunakan tanda kutip atau blok kutipan sesuai pedoman gaya penulisan yang digunakan.
-
Kutip hanya bagian yang diperlukan; jika cukup dengan satu frasa, jangan kutip satu paragraf penuh.
-
Jika ingin memberi konteks, kamu bisa parafrase dulu lalu lanjutkan ke kutipan. Ini bisa menghasilkan banyak kutipan tergantung gaya penulisan.
-
Jika kamu menambahkan kata atau penjelasan dalam kutipan, gunakan tanda kurung [ ] dan jangan mengubah makna asli kutipan.
-
Benar: Kozol menyatakan ada “savage inequalities” di sistem pendidikan kita, dan itu terlihat jelas.
-
Salah: Kozol menyatakan ada “[jelas] savage inequalities” di sistem pendidikan kita.
-
-
Gunakan elipsis (…) jika ingin memotong bagian kutipan. Misalnya:
“Tidak ada laporan nasional yang saya lihat menyebutkan tentang ketimpangan atau segregasi… Booker T. Washington sering dikutip, Du Bois tidak pernah, dan Martin Luther King hanya dengan seleksi hati-hati” (Kozol 3).
-
Gunakan kutipan yang punya dampak kuat secara argumen, bukan sekadar menyampaikan fakta biasa.
Menulis Tentang Ide Orang Lain
-
Selalu sebutkan nama orang yang punya ide tersebut di kalimat atau paragraf yang membahasnya.
-
Contoh: Kozol menunjukkan bahwa kualitas pendidikan berhubungan dengan ras.
-
-
Gunakan kutipan dalam teks, catatan kaki, atau catatan akhir bila perlu, agar pembaca bisa mencari sumber aslinya.
-
Contoh kutipan:
Kozol, Jonathan. Savage Inequalities: Children in America’s Schools. Crown, 1992.
Menyunting, Mengecek, dan Menyelesaikan Tulisan
Pastikan kamu mengecek ulang catatan dan sumber untuk memastikan semua kutipan dari sumber luar sudah diakui dengan benar, melalui:
-
Kutipan dalam teks (parenthetical citation)
-
Catatan kaki atau catatan akhir
-
Halaman daftar pustaka atau referensi
-
Tanda kutip untuk kutipan pendek; dan kutipan panjang diberi format khusus
-
Kutipan tidak langsung: menyebut sumber yang dikutip dari sumber lain
Kalau kamu masih ragu soal kutipan, tanyakan ke dosen sebelum batas akhir tugas. Kamu juga bisa buat janji dengan pusat penulisan (writing lab) dan beri tahu bahwa kamu ingin memastikan kutipan kamu sudah benar.
Baca juga: Praktik Aman: Latihan
Sumber: Purdue.edu
0 comments:
Posting Komentar